Translate
Rabu, 03 April 2013
GHADUL BASHAR
Bismillah, Assalamu’alaikum wrwb.
Antara cowok-cewek atau ikhwan-akhwat memang perlu ada jarak aman. Islam itu memuliakan manusia, tentu saja dengan budi pekerti yg luhur krn misi utama yg di embank Nabi Muhammad Saw, adalah menyempurnakan akhlak manusia.
Akhlak merupakan bagian yg paling mewarnai kehidupan umat islam ,termasuk pergaulan cowok-cewek yang di bingkai dlm rumus moral :
GADHUL BASHAR!
G: Gaul boleh,tapi tetep kudu syar’ie,jgn coba2 menabrak norma etika.kalau celaka,tahu rasa,deh!
A : Awali dengan niat nan tulus,lurus,and mulus.semata mata menjalin ukhuwah, bukan hubungan gelap (ngapain gelap-gelapan? Pingin di tangkap satpol pp?!)
D : Dimulakan dgn Basmallah,disudahi dgn alhamdulillah.begitulah sehari dlm hidup kita,mudah-mudahan diberkahi Allah.^_^ kok jadi nyanyi. inti nya dlm bergaul, Allah jgn di lupakn.Lagian Allah ada dimana mana.kok! kalau Allah yg dilupakn manusia, Dia nggak bakalan rugi,tp kalau Allah yang cuekinin kite, bisa berabe entar urusan nye. waaduh kok jadi logad betawi
H : hati2 jaga hati!jgn sampe warna nya brubah dr merah ke pink,liat boleh, sekedar nya.mentang2 boleh liat,jgn coba2 jelalatan sana-sini.mata dilarang menjelajah sama fantasi yang terlarang!
U : Utamakan hubungan dlm urusan kebaikan dan jaga ketaqwa’an. bkn beraroma dosa dan permusuhan.ayat nya hafal,kan!
L : lupakan yang buruk dan ambilah yang baik.tiada yg lebih berharga selain persahabatan. nggak usah menimbun dendam,maafkan kalau dia salah, nasehati klo temen khilaf,dan sucikan niat menyongsong persaudaraan nan indah.
B : bukalh diri menerima masukan atau kritikan. ingat mament!
Teman yg baik bukan yg menyanjung-nyanjung stinggi pohon kedondong.
Nyatakan cinta sama kritikan! kritik yang sehat agar teman semakin baik bukan niat menghancurkan dirinya.
A : awas! Sekali kena panah asmara,hati yang kuat pun akan meleleh.tesss….habis,deh!! Kamu harus lihai menghindari panah2 syaitan.sekali di tancap panah asmara, keracunannya bakal lama.
Org skampung bisa kena imbas org yang mabok cinta.parah,men!
S : Sekali-kali jgn pilih2 dlm berteman.kalau cakep aja,tinggi nilai ukhuwah nya. giliran buruk rupa,kamu hilang selera.kalau tajirr jd teman dekat. giliran kere nggak mau kenal.
lihat putih hati nya,jgn tertipu kulit luar saja.
Org cakep blum jaminan cakep pula hatinya.banyak org punya tampang ala kadarnya,namun hatinya mulia bgt.tp,semalang-malang nya org,sudah tampang ancurr,..eh eh ..perangai lebih ancur laagi.Alamaaaaaak!!
celaka dua belas jd nya !!
H : harus tegas pada diri sendiri jika gejala-gejala keluar jalur sudah mulai terasa. Bertaubat lah klau terlanjur bergelimangan resah gelisah yg nggak sah(galau ni yee). Nurani nggak akan membohongi kita.
A ; awasi bisik2 bujuk dr the big boss of trouble maker: IBLIS! Sekali terbujuk. alamat bakal dihajar malapetaka. usir jauh2 tuh musuh. Musuh kok di pelihara piye toh!!?
R : rajin2 ngaji biar selalu inget ma Alarm nya. sopir paling jago pun tetap butuh rambu2 peringatan lho!
Ghadhul bashar modalnya gaul. Ghadhul bashar itu adl menundukan pandangan, artinya pengendalian mata secara bersamaan. bukan brarti jalan nunduk ke aspal melulu, terus sampe nabrak tiang listrik, benjol dahhhhhhhhhhhh
“katakanlah kpd laki2 yg beriman,’hendaklah mrk menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan nya yg demikian itu adl lebih suci bagi mereka ,sesungguh nya Allah Maha Mengetahui apa yg mereka perbuat.’’ katakanlah kepada wanita yg beriman hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan jgn lah mereka menampakan perhiasan kecuali yg (biasa) nampak dr mereka.’ (Qs. An-Nur; 31)
Kendalikan agar nikmat mata berguna maksimal memandang paranoma yg indah dan halal. kamu tega menyiksa mata di akhirat gara2 meliat yg haram di dunia??
Ngeriii …mana tahan!
Jangan pula memandang lawan jenis umpama musuh. memang salah mereka apa coba?
Terus setiap memandang selalu garang plus aroma kebencian.hati2 aja…terlalu benci bisa jd rindu.bergaulah secara sopan.sewajarnya,dan dgn cara yg baik.
Ettss islam tidak melarang pergaulan antara lawan jenis.islam itu humanis banget…percaya,deh!
Kunci nya, tetaplah ber interaksi, tetapi jgn coba2 ekspansi!!
Sabarrr, jarak itu nggak ada lagi setelah kamu resmi menghadap penghulu. Makanya segera urus SIM (surat izin Menikah). kalau menikah.baru bebas..horrreee.! maksud nya bebas terkendali,gitu lho! Begitu deh! Sudah nikah sana!!!
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla illa ha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika.
Smoga bermanfaat.
Lelaki Sholeh Idaman Wanita Sholehah
Tatkala seorang jejaka memandang cermin, apa yang selalu difikirkan adalah “handsome kah aku?”, “adakah otot-otot aku semantap Arnold Schwarzenegger?” dan seumpanya.
Apa kata selepas ini, kita bertanyakan soalan berikut ketika memandang cermin :
1. Adakah aku sentiasa taat kepada Allah dan Rasullulah?
2. Adakah jihad Fisabilillah adalah matlamat dan program hudup aku?
3. Adakah mati syahid adalah cita-cita hidup tertinggi aku?
4. Selama ini adakah aku sabar dalam menghadapi ujian dan cabaran dari Allah?
5. Ikhlaskah aku dalam beramal?
6. Adakah kampung akhirat menjadi tujuan utama hidupku?
7. Takutkah aku kepada ujian Allah dan ancaman-Nya?
8. Adakah aku selalu memohon ampun atas segala dosa-dosaku?
9. Adakah aku zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya?
10. Adakah solat malam menjadi kebiasaan aku?
11. Adakah aku bertawakkal kepada Allah atau aku kerap mengeluh?
12. Adakah aku kerap memberikan infaq di waktu senang mahupun sempit?
13. Berusahakah aku untuk menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah di antara mereka?
14. Kuatkah aku amar maaruf dan nahi munkar?
15. Adakah aku sangat kuat memegang amanah, janji dan kerahsiaan?
16. Adakah aku seorang pemaaf?
Andai jawapan kepada persoalan-persoalan di atas adalah positif belaka, maka anda memiliki ciri-ciri lelaki soleh idaman wanita solehah!
“LELAKI YG BAIK UNTUK WANITA YANG BAIK…” insyaAllah…=)
posted : akak mohd Ghanu
GAGAL MENIKAH GARA-GARA PHOTO EDITAN
Di Pesbuk fotonya super putih, terlihat kulitnya seakan-akan mulus
sekali, itulah lukisan yang diciptakan oleh sebuah cahaya buatan manusia
yang biasa disebut CAMERA.
Yang membuat semua yang memandang
terkagum-kagum, seakan akan melihat bidadari. Tak sadar syetan
mempermainkan, tak sadar sedang menipu diri sendiri dan oranglain dengan
rupa.
Hingga suatu hari salah
satu temanku berencana hendak menikah dengan wanita yang ia bilang
cantik luar dalam (katanya), yang ia temukan dipesbuk. Tapi sebulan
kemudian dia mengabari bahwa pernikahannya dibatalkan. Ada apa ???
Oh, ternyata, wanita yang ia jumpai disebuah kedai memiliki kulit yang
hitam, wajah yang penuh jerawat dan semua foto yang ia lihat dipesbuk
ternyata tidak sama dengan aslinya alias EDITAN.
Lantas aku pun bertanya "Jika engkau mencintai karena Allah mengapa kau tidak terima saja ?"
Dengan enteng dia menjawab "Jika dari semula dia jujur dengan segala
kekurangannya, maka aku tetap akan menikahinya karena kejujurannya dan
menerima segala kekurangannya, tapi jika dari awal tidak jujur, lalu
bagaimana kedepannya, ya sudah ambil hikmahnya saja. Supaya dia pun
sadar bahwa cantik rupa tidak menjamin bisa mendatangkan kebahagiaan".
Entah itu hanya sebuah alasan atau ungkapan hatinya, aku tak tau, tapi
yang pasti dari situ aku mendapat pelajaran. Cahaya yang diciptakan
manusia dan make up yang berasal dari cosmetic tidak menjamin membawa
kebahagiaan ataupun kebaikan. Tapi Cahaya yang diciptakan oleh Allah dan
make up yang berasal dari air wudhu dan Akhlak yang baik akan membawa
kebaikan dan kebahagian walaupun kita memiliki kulit hitam dan banyak
kekurangan.
facebook dunia hiburan, terkadang bisa menyatukan, terkadang pula memisahkan.
ALLAH lebih tau segala yang terbaik untuk kita, bukan pesbuk. Maka
berserahlah kepada-Nya, maka ALLAH akan mempertemukan dengan yang
baik-baik melalui cara yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Biarkan pesbuk ditangan kita, tapi jangan biarkan masuk ke hati kita.
Wallahu 'alama bishawab.
Bentuk Wazan Mashdar » Alfiyah Bait 440-447
Bentuk Wazan Mashdar » Alfiyah Bait 440-447
–·•Ο•·–
أبْنِيَةُ المَصَادِرِ
BENTUK-BENTUK WAZAN MASHDAR
فَعْلٌ قِيَاسُ مَصْدَرِ المُعَدَّى ¤ مِنْ ذي ثَلاثَةٍ كَرَدَّ رَدَّا
Wazan FA’LUN adalah qias mashdar dari Fi’il Muta’addi tiga huruf, seperti “RODDA” bentuk mashdarnya adalah “RODDAN”
وَفَعِلَ اللازِمُ بَابُهُ فَعَلْ ¤ كَفَرَحٍ وَكَجَوىً وَكَشَلَلْ
Wazan
fi’il FA’ILA (kasrah ‘ain fi’ilnya) yang Lazim, bab mashdarnya berwazan
FA’ALUN, seperti “FAROHUN”, “JAWAN”, dan “SYALALUN”.
وَفَعَلَ اللازمُ مِثْلَ قَعَدَا ¤ لَهُ فُعُولٌ بِاطِّرادٍ كَغَدَا
Wazan
fi’il FA’ALA (fathah ain fi’ilnya) yang Lazim semisal QO’ADA,
mashdarnya berwazan FU’UULUN secara permanen, seperti “GHODAA”
(mashdarnya adalah “GHUDUWWUN”.
مَا لَمْ يَكُنْ مُسْتَوْجِباً فِعَالا ¤ أوْ فَعَلَاناً فَادْرِ أوْ فُعَالا
(demikian
itu permanen berwazan Fu’uulun) selama tidak mewajibkan terhadap wazan
FI’AALUN, FA’ALAANUN atau FU’AALUN, maka dari itu ketahuilah!.
فَأوَّلٌ لِذِيْ امْتِنَاعٍ كَأبَى ¤ وَالثَّانِ لِلَّذِيْ اقْتَضَى تَقَلُّبَا
Wazan
yang pertama (FI’AALUN) bagi mashdar yang menunjukkan makna menolak,
Seperti contoh: “ABAA” (mashdarnya IBAA’UN). Dan wazan yang kedua
(FA’ALAANUN) untuk mashdar yang menunjukkan makna Taqollub/gerakan
berubah-rubah/berguncang (seperti contoh: THOWAFAANAN).
لِلدَّا فُعَالٌ أوْ لِصَوْتٍ وَشَمَلْ ¤ سَيْراً وَصَوْتاً الْفَعِيلُ كَصَهَلْ
Wazan
FU’AALUN untuk mashdar yg menunjukkan makna penyakit dan makna suara.
Dan Wazan FA’IILUN untuk mashdar yang mencakup makna perjalanan juga
makna suara, seperti contoh: SHOHIILUN = meringkik
فُعُولَةٌ فَعَالَةٌ لِفَعُلَا ¤ كَسَهُلَ الأَمْرُ وَزَيْدٌ جَزُلا
Wazan
mashdar FU’UULATUN dan FA’AALATUN untuk Fi’il Tsulatsi wazan FA’ULA
(dhommah ‘ain fi’ilnya) contoh: SAHULAL-AMRU dan ZAIDUN JAZULA
(mashdarnya adalah: SUHUULATUN dan JAZAALATUN.
وَمَا أتَى مُخَالِفاً لِمَا مَضَى ¤ فَبَابُهُ النَّقْلُ كَسُخْطٍ وَرِضَا
Suatu
mashdar yang datang dengan wazan berbeda dari apa yang telah disebut
diatas, maka bab mashdarnya adalah Nuqil/Sama’i. seperti contoh:
SHUKHTUN dan RIDHAN.
–·•Ο•·– |
Mashdar dari fi’il tiga huruf sangat banyak macamnya. tidak dapat dipastikan kecuali sama’i atau merujuk pada mu’jam bahasa arab atau kamus. Adapun penjelasan dari Ulama Nahwu mengenai wazan mashdar tsulatsi ini, mengacu pada kaidah kebiasaan yang umum dipergunakan, kaidah ini dapat dipergunakan pada lafazh-lafazh masdar yang belum dipergunakan atau belum didengar (sama’i) dari kalam arab. sekalipun orang dapat mempergunakan kaidah dari Ulama Nahwu ini, namun tidak menafikan untuk melihat dulu dalam kitab mu’jam atau kamus sebelum menetapkan kebenaran bentuk mashdar tsulatsi tersebut.
Bentuk Fi’il dari Tsulatsi sudah pasti jika huruf yang pertama berharkat Fathah, adapun huruf yang kedua terkadang berharkat Fathah, atau Dhommah, atau Kasrah. dengan demikian wazan Fi’il Tsulatsi tersebut ada tiga (FA’ALA, FA’ILA, FA’ULA), sedangkan wazan Mashdarnya sebagai berikut:
1. Fi’il wazan FA’ALA (Fathah ‘Ain Fi’il) :
A. MUTA’ADDI
Mashdarnya berwazan FA’LUN :
أكل أكلاً, فتح فتحاً, أخذ أخذاً
AKALA – AKLAN = Makan
FATAHA – FATHAN = Membuka
AKHODZA – AKHDZAN = Mengambil
B. LAZIMFATAHA – FATHAN = Membuka
AKHODZA – AKHDZAN = Mengambil
Mashdarnya berwazan FU’UULUN, apabila Fi’il Shohih :
قعد قعوداً, جلس جلوساً, سجد سجوداً
QO’ADA – QU’UUDAN = Duduk
JALASA – JULUUSAN = Duduk
SAJADA – SUJUUDAN = Sujud
JALASA – JULUUSAN = Duduk
SAJADA – SUJUUDAN = Sujud
Mashdarnya berwazan FA’LUN atau FI’AALUN, apabila Fi’il Mu’tal ‘Ain :
نام نوماً, صام صوماً
NAAMA – NAUMAN = Tidur
SHOOMA – SHOUMAN = Puasa
SHOOMA – SHOUMAN = Puasa
قام قياماً, صام صياماً
QOOMA – QIYAAMAN = Berdiri
SHOOMA – SHIYAAMAN = Puasa
SHOOMA – SHIYAAMAN = Puasa
Mashdarnya berwazan FI’AALUN, apabila menunjukkan arti menolak :
أبى إباءً, نفر نفاراً، وشرد شراداً
ABAA – IBAA’AN = Menolak
NAFARO – NIFAARON = Kabur/Melarikan diri
SYARODA – SYIROODAN = Kabur/Melarikan diri
NAFARO – NIFAARON = Kabur/Melarikan diri
SYARODA – SYIROODAN = Kabur/Melarikan diri
Mashdarnya berwazan FI’AALUN, apabila menunjukkan arti Taqollub/gerakan berubah-rubah atau berguncang :
طاف طوفاناً. وخفق خفقاناً. غلى غلياناً
THOOFA – THOWAFAANAN = Towaf/berkeliling
KHOFAQO – KHOFAQOONAN = Menggelepar/berdebar
GHOLAA – GHOLAYAANAN = Menggelegak/mendidih/bergolak
KHOFAQO – KHOFAQOONAN = Menggelepar/berdebar
GHOLAA – GHOLAYAANAN = Menggelegak/mendidih/bergolak
Mashdarnya berwazan FU’AALUN, apabila menunjukkan arti sakit/penyakit :
سَعَل سُعالاً. رَعَفَ رُعافاً
SA’ALA – SU’AALAN = Batuk
RO’AFA – RUFAA’AN = Mimisan
RO’AFA – RUFAA’AN = Mimisan
Mashdarnya berwazan FU’AALUN atau FA’IILUN apabila menunjukkan arti suara :
صرخ صراخاً. بكى بكاءً. نعب نعيباً ونُعاباً
SHOROHA – SHUROOHAN = Berteriak
BAKAA – BUKAA’AN = Menangis
NA’ABA – NA’IIBAN/NU’AABAN = Menggaok (Burung gagak)
BAKAA – BUKAA’AN = Menangis
NA’ABA – NA’IIBAN/NU’AABAN = Menggaok (Burung gagak)
Mashdarnya berwazan FA’IILUN apabila menunjukkan arti perjalanan :
رحل رحيلاً. ذَمل ذميلاً
ROHALA – ROHIILAN = Berangkat/pindah
DHAMALA – DZAMIILAN = Berjalan pelan-pelan.
2. Fi’il wazan FA’ILA (Kasroh ‘Ain Fi’il) :DHAMALA – DZAMIILAN = Berjalan pelan-pelan.
A. MUTA’ADDI
Mashdarnya berwazan FA’LUN :
فهم فهماً. حمد حمداً
FAHIMA – FAHMAN = Memahami
HAMIDA – HAMDAN = Memuji
Mashdarnya berwazan FI’AALATUN jika menunjukkan pembuatan :
HAMIDA – HAMDAN = Memuji
Mashdarnya berwazan FI’AALATUN jika menunjukkan pembuatan :
صاغ صياغة, خاط خياطة
SHOOGHO – SHIYAAGHOTAN = membentuk
KHOOTHO – KHIYAATHOTAN = menjahit
B. LAZIMKHOOTHO – KHIYAATHOTAN = menjahit
Mashdarnya berwazan FA’ALUN :
فرح فرحاً, أشر أشراً, جَوِيَ جوىً
FARIHA – FAROHAN = gembira
ASYIRO – ASYARON = pongah/sombong
JAWIYA – JAWAN = berduka
ASYIRO – ASYARON = pongah/sombong
JAWIYA – JAWAN = berduka
Mashdarnya berwazan FU’LATUN jika menunjukkan arti warna :
سَمِر سُمْرة, خَضِر خُضْرة, شَهِب شُهْبَة
SAMIRO – SUMROTUN = coklat
KHODIRO – KHUDHROTUN = hijau
SYAHIBA – SHUBHATUN = kelabu
3. Fi’il wazan FA’ULA (Dhommah ‘Ain Fi’il) :KHODIRO – KHUDHROTUN = hijau
SYAHIBA – SHUBHATUN = kelabu
HANYA FI’IL LAZIM
Mashdarnya berwazan FU’UULATUN atau FA’AALATUN :
صَعُب صعوبة. سهل سهولة
SHO’UBA – SHU’UUBATAN = Sukar
SAHULA – SUHUULATAN = Mudah
SAHULA – SUHUULATAN = Mudah
فَصُح فَصاحة. وبَلُغَ بلاغة
FASHUHA – FASHOOHATAN = Fasih
BALUGHO – BALAAGHOTAN = Sampai
Wazan-wazan Mashdar Tsulatsi yang berbeda dengan qias wazan yang
telah disebut diatas, maka dikembalikan secara Sama’i tanpa qias.BALUGHO – BALAAGHOTAN = Sampai
contoh:
سَخِط سُخْطاً
SAKHITHO – SHUKHTHON = marah
menurut qias adalah SHAKHOTHON = marah
menurut qias adalah SHAKHOTHON = marah
جحد جحوداً
JAHADA – JUHUUDAN = ingkar
menurut qias adalah JAHDAN
menurut qias adalah JAHDAN
BAHASA ARAB DASAR
Bahasa Arab Dasar 18: Isim Ghoirul Munshorif
Author: Badar Online
اَلْمَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ / غَيْرُ الْمُنْصَرِفِ
(Isim Ghoirul Munshorif)
Isim Ghoirul Munshorif adalah isim yang tidak boleh ditanwin dan dikasroh.Contoh: عُثْمَانُ – مَسَاجِدُ – عُمَرُ – عَائِشَةُ
Syarat-syarat isim ghoirul munshorif:
1. Tidak sebagai mudhof (disandarkan pada isim yang lain)
Contoh: صَلَّيْتُ فِى مَسَاجِدَ
مَرَرْتُ بِعُمَرَ
Apabila isim ghoirul munshorif ini sebagai mudhof, maka batal hukumnya.
Contoh: صَلَّيْتُ فِى مَسَاجِدِ هِم
2. Terbebas dari alif dan lam
Contoh: صَلَّيْتُ فِى مَسَاجِدَ
مَرَرْتُ بِعُمَرَ
Apabila isim ghoirul munshorif ini memakai alif dan lam, maka batal hukumnya.
Contoh:
صَلَّيْتُ فِى المَسَاجِدِ
Kelompok isim yang masuk dalam kategori ghoirul munshorif
1. Bentuk jamak yang berpola مَفَاعِلُ (shighoh muntahal Jumu’)
Contoh: مَسَاجِدُ – مَقَاعِد
2. Isim maqshur yang berjenis muannats
Contoh: كُبْرَى – حُبْلَى
3. Isim mamdud yang berjenis muannats
Contoh: صَحْرَاءُ – حَمْرَاءُ
4. Nama perempuan
Contoh: مَرْيَمُ – عَائِشَةُ
5. Nama yang berpola فُعَلُ
Contoh: عُمَرُ – زُحَلُ
6. Nama yang diakhiri dengan tambahan alif dan nun ان
Contoh: عُثْمَانُ – سَلْمَانُ
7. Nama orang asing (selain arab) / nama ajam
Contoh: إِبْرَاهِيْمُ – إِسْمَاعِيْلُ
Catatan:
1. Isim maqshur yang bukan kelompok muannats, maka tidak termasuk isim ghoirul munshorif.
Contoh: هُدًى – فَتًى
2. Semua nama orang yang diakhiri dengan ta marbuthoh maka dia ghoirul munshorif walaupun digunakan untuk nama orang laki-laki.
Contoh: مُعَاوِيَةُ – طَلْحَةُ
3. Nama negara dan kota dikategorikan sebagai nama perempuan sehingga temasuk kelompok ghoirul munshorif.
Contoh: بَغْدَادُ – مِصْرُ
UMUR
Waktu adalah umur kita maka berbahagialah orang-orang yang menjaga waktunya dan memamfaatkannya dalam ketaatan.
Al-Hasan Al-Basri -rahimahullah- berkata, "Wahai anak Adam, siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah terhadapnya, sebab jikalau engkau berbuat kebaikan terhadapnya dia akan pergi dan berlalu sambil memujimu, tapi jikalau kamu berbuat buruk kepadanya dia akan pergi dan berlalu sambil mencelamu."
Syarah Sahih Al Buhari oleh Ibnu Batthal, 10/186
-Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.- via SALAFIYUNPAD™
Semoga bermanfaat dan menjadi renungan bagi kita semua
Al-Hasan Al-Basri -rahimahullah- berkata, "Wahai anak Adam, siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah terhadapnya, sebab jikalau engkau berbuat kebaikan terhadapnya dia akan pergi dan berlalu sambil memujimu, tapi jikalau kamu berbuat buruk kepadanya dia akan pergi dan berlalu sambil mencelamu."
Syarah Sahih Al Buhari oleh Ibnu Batthal, 10/186
-Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.- via SALAFIYUNPAD™
Semoga bermanfaat dan menjadi renungan bagi kita semua
Langganan:
Postingan (Atom)